Syukur atas kesalahan yang dipebuat
"Kesalahan dibuat dimasa lalu tak perlu disesali, karena kesalahan itu telah membuat peluang di masa kini"
QS. Quraisy telah diangkat dalam suatu tulisan lepas di Majalah Suara Muhammadiyah bulan ini, memberi komentar tentang pentingnya pegangan tauhid dalam kehidupan. Ditulis oleh nara sumber bahwa dulu di jaman sebelum nabi Muhammad lahir bangsa Qurais termasuk bangsa yang giat dalam berdagang, bila berdagang kaum Qurais sampai ke negeri Yaman dn Syam. Melewati berbagai rintangan berat, hingga disadari tanpa pertolongan dari suatu zat maha tinggi tak akan sampai pulang lagi.
Pada saat itu bangsa Quraisy mencari pelindung agar aman dalam perjalanan dan menghasilkan laba yang banyak. Dalam pencarian zat pelindung ini, bangsa Quraisy tidak hanya mengandalkan logika tapi juga yang tidak logis dilakukan. Penyembahan bohon, penyembahan cuaca, penyembahan dewa yang diwujudkan patung... semuannya diupayakan untuk memastikan perjalanan dagangnya aman dan labanya banyak.
Pada saat Rasulullah ikut berdagang, tentu beliau juga melihat kaumnya melakukan ritual yang syirik itu. Rasulullah yang telah dibersihkan hatinya merenungkan berbagai kejadian termasuk kejadian penyembahan berhala di gua hiro. Datanglah wahyu pertama "Iqro'!"...
Setelah saat itu, kita bersyukur kepada Allah swt dan bersholawat kepada Nabi Muhammad yang telah memberi kita jalan untuk mengarungi kehidupan dengan petunjuk-Nya.
Bermula dari kesalahan
Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama terjadi karena merenungi kesalahan kaumnya. Kesalahan yang dilakukan kaum Quraisy telah memberi peluang akan adanya pencerahan berupa datangnya seorang Nabi. Tanpa kesalahan tentu tidak akan ada ajaran kesempurnaan yang mengajarkan untuk tidak berbuat salah.
Dalam kehidupan kita sehari-hari hampir sama dengan kaum Quraisy yang berdagang.Setipa hari kita hasrus menyelesaikan pekerjaan yang semakin hari semakin sulit samapai tidak dapat di logika lagi untuk menyelesaikannya. Kesalahan-kesalahanpun sering kita rasakan akibatnya berupa cacian, makian sampai dengan kerugian finansial maupun non finansial. Persis seperti kaum Quraisy, di sekitar kita banyak yang melakukan ritual-ritual syirik agar penyelesian masalah berjalan lancar.
Ayo bersyukur atas kesahan
Kesalahan yang kita perbuat akan menjadi masa lalu dan perlu diperbaik dengan renungan-renungan, di rencanakan ulang. Jangan takut membuat kesalahan karena keslahan membuat peluang untuk memperbaiki dan terus maju.
QS. Quraisy telah diangkat dalam suatu tulisan lepas di Majalah Suara Muhammadiyah bulan ini, memberi komentar tentang pentingnya pegangan tauhid dalam kehidupan. Ditulis oleh nara sumber bahwa dulu di jaman sebelum nabi Muhammad lahir bangsa Qurais termasuk bangsa yang giat dalam berdagang, bila berdagang kaum Qurais sampai ke negeri Yaman dn Syam. Melewati berbagai rintangan berat, hingga disadari tanpa pertolongan dari suatu zat maha tinggi tak akan sampai pulang lagi.
Pada saat itu bangsa Quraisy mencari pelindung agar aman dalam perjalanan dan menghasilkan laba yang banyak. Dalam pencarian zat pelindung ini, bangsa Quraisy tidak hanya mengandalkan logika tapi juga yang tidak logis dilakukan. Penyembahan bohon, penyembahan cuaca, penyembahan dewa yang diwujudkan patung... semuannya diupayakan untuk memastikan perjalanan dagangnya aman dan labanya banyak.
Pada saat Rasulullah ikut berdagang, tentu beliau juga melihat kaumnya melakukan ritual yang syirik itu. Rasulullah yang telah dibersihkan hatinya merenungkan berbagai kejadian termasuk kejadian penyembahan berhala di gua hiro. Datanglah wahyu pertama "Iqro'!"...
Setelah saat itu, kita bersyukur kepada Allah swt dan bersholawat kepada Nabi Muhammad yang telah memberi kita jalan untuk mengarungi kehidupan dengan petunjuk-Nya.
Bermula dari kesalahan
Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama terjadi karena merenungi kesalahan kaumnya. Kesalahan yang dilakukan kaum Quraisy telah memberi peluang akan adanya pencerahan berupa datangnya seorang Nabi. Tanpa kesalahan tentu tidak akan ada ajaran kesempurnaan yang mengajarkan untuk tidak berbuat salah.
Dalam kehidupan kita sehari-hari hampir sama dengan kaum Quraisy yang berdagang.Setipa hari kita hasrus menyelesaikan pekerjaan yang semakin hari semakin sulit samapai tidak dapat di logika lagi untuk menyelesaikannya. Kesalahan-kesalahanpun sering kita rasakan akibatnya berupa cacian, makian sampai dengan kerugian finansial maupun non finansial. Persis seperti kaum Quraisy, di sekitar kita banyak yang melakukan ritual-ritual syirik agar penyelesian masalah berjalan lancar.
Ayo bersyukur atas kesahan
Kesalahan yang kita perbuat akan menjadi masa lalu dan perlu diperbaik dengan renungan-renungan, di rencanakan ulang. Jangan takut membuat kesalahan karena keslahan membuat peluang untuk memperbaiki dan terus maju.
Komentar
Posting Komentar