WAS-WAS
Dalam QS.Annas ayat 4 kita memohon perlindungan dari perasaaan was-was. Perasaan waswas merupakan akumulasi dari berbagai perasaan negatif diantaranya adalah kekecewaan, ketidak syukuran, kecurigaan, ketidak pedulian pada lingkungan. kalau kita sudah was-was maka yang ada lebih banyak kecurigaan yang dibalut dengan perhatian menjadi kekhawatiran.
Was-was merupakan penyakit hati. Ujung dari was-was adalah ketidaknyamanan hidup. Ketidaknyamanan ini akan membuat manusia tidak bersyukur atas apa yang dikaruniakan Allah pada dirinya. Diberi kemudahan bernafas justru menghabiskan nafasnya untuk menghirup ganja misalnya, kufur nikmat selalu dilaksanakan. Hal itu dilakukan untuk memprotes Allah (Semoga kita dijauhkan dari sifat seperti ini), kalau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perintah Allah justru bangga.
Karena keadilan Allah, orang yang selalu was-was justru diberi kemudahan untuk bertindak kreatif. Kekreatifan ini justru semakin memasukkan dirinya menjadi sombong dan ingkar. Disinilah perlunya kita terus memohon pada Allah untuk memudahkan kita mengetahui dan melaksanakan jalan yang benar (QS. Alfathihah : 6-7) karena pada dasarnya kita dapat diperdaya setan untuk melakukan kesalahan namun kita merasa bertindak benar.
Hindarilah was-was dengan banyak mengingat pemberian Allah, menambah dan memupuk kesyukuran atas apa yang ada. Memang kenyataan kehidupan kita kadang tidak seirama dengan keinginan kita. Namun Allah pasti memberi hikmah disemua kenyataan hidup dan kenyataan diri kita. Alhamdulillah.
Was-was merupakan penyakit hati. Ujung dari was-was adalah ketidaknyamanan hidup. Ketidaknyamanan ini akan membuat manusia tidak bersyukur atas apa yang dikaruniakan Allah pada dirinya. Diberi kemudahan bernafas justru menghabiskan nafasnya untuk menghirup ganja misalnya, kufur nikmat selalu dilaksanakan. Hal itu dilakukan untuk memprotes Allah (Semoga kita dijauhkan dari sifat seperti ini), kalau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perintah Allah justru bangga.
Karena keadilan Allah, orang yang selalu was-was justru diberi kemudahan untuk bertindak kreatif. Kekreatifan ini justru semakin memasukkan dirinya menjadi sombong dan ingkar. Disinilah perlunya kita terus memohon pada Allah untuk memudahkan kita mengetahui dan melaksanakan jalan yang benar (QS. Alfathihah : 6-7) karena pada dasarnya kita dapat diperdaya setan untuk melakukan kesalahan namun kita merasa bertindak benar.
Hindarilah was-was dengan banyak mengingat pemberian Allah, menambah dan memupuk kesyukuran atas apa yang ada. Memang kenyataan kehidupan kita kadang tidak seirama dengan keinginan kita. Namun Allah pasti memberi hikmah disemua kenyataan hidup dan kenyataan diri kita. Alhamdulillah.
Komentar
Posting Komentar