PUPUK DAN PETANIKU
Ini menjadi menarik dibahas karena disangkut pautkan dengan menangisnya ibu Sri Mulyani saat berpamitan dengan rekan kerjanya di Kementerian Keuangan. Mengapa menarik? Hal ini karena kebijakan ibu Sri Mulyani salah satunya adalah menurunkan subsidi untuk pupuk bersubsidi. Pupuk kimia menjadi mahal, hal ini sebenarnya ada untungnya juga karena dengan mahalnya pupuk kimia membuat petani harus kembali melirik pupuk organic yang secara mandiri dapat dibuat oleh petani.
Ibu Sri Muluyani, Pupuk Bersubsidi dan Pupuk Organik inilah yang membuat tiga peristiwa ini menarik. Kebijakan moneter memang terlalu tinggi bagiku, hanya untuk memahami saja kebijakan moneter sangat bersangkut paut dengan keamanan moneter di suatu negara. Katanya sih, kebijakan moneter dapat menyelamatkan suatu Negara dari krisis… ehm… aku tidak paham akan hal itu… hanya aku pernah baca novelnya Andreah Hirata bahwa ada dua paham besar yang saling bertolak belakang dalam moneter… inipun aku tak sanggup menjelaskan… coba baca novel yang berjudul Edensor…. Andrea berbicara banyak tentang system moneter ini.
Kami membahas tentang kemungkinan permintaan pupuk yang akan bergerak meningkat seiring hujan yang turun terus menerus walau bulan sudah menginjak bulan Juni. Sekarang petani mulai panen padi masa tanam musim penghujan tahun lalu yang mundur karena pada tahun lalu musim keringnya mundur sampai September. Setelah panen, petani mulai mengolah tanah untuk menanam padi kembali pada musim tanam kedua di tahun ini… semoga para petaniku benar-benar dapat tambahan panen tahun ini… untuk mendukung petaniku maka perlu adanya stok pupuk kimia yang digunakan untuk paling tidak tiga bulan kedepan ini.
Permasalahannya adalah kemampuan gudang distributor terbatas, bila digabung dua distributor di Pacitan hanya mampu menampung 1500 ton pupuk, padahal pada saat penanaman yang serentak di Pacitan kadang membutuhkan sampai 3000 ton pupuk… wah… cukup membuat masalah distribusi, apalagi gudang di lini II ada di Surabaya… ehm… cukup waktu untuk menyediakan pupuk dalam waktu singkat… disinilah kita membahas bagaimana agar kelompok tani dan gabungan kelompok tani mempunyai stok sendiri-sendiri untuk paling tidak dua bulan kedepan… ini memang menimbulkan biaya tambahan… tapi semoga tidak membebani petaniku.
Sementara itu aku berusaha menguatkan persediaan pupuk organik, pak Gubernur sudah melihat gejala mahalnya pupuk kimia sejak awal, dengan semangat pak Gubernur membuat kebijakan penyediaan alat pengolah pupuk organik (APPO). Kebijakan ini paling tidak membuat rasa aman bagi pengambil kebijakan pertanian maupun petani. Bila terjadi kekurangan pupuk karena mahal, petani mendapatkan pilihan berupa tersedianya pupuk organik. Aku berusaha mengambil kesempatan ini dengan beberapa pendekatan, walau sampai 3 bulan masa baktiku di Alsin aku belum banyak melakukan perubahan selain hanya menanti saja apa yang dilakukan petani.
Pendekatan yang kulakukan adalah pendekatan pemanfaatan, pendekatan kelembagaan dan pendekatan ekonomis. Pendekatan pemanfaatan adalah memberikan alternatif-alternatif yang mungkin dilakukan dengan APPO bila saat ini belum dapat berproduksi maksimal. Misalnya alternatif pembuatan pakan untuk mengurangi biaya pakan untuk ternak. Pendekatan ini sebenarnya berbahaya karena pemanfaatan APPO akhirnya justru untuk membuat pakan, namun langkah ini harus dilakukan karena ada beberapa daerah tidak memanfaatkan APPO dan dibiarkan sampai karatan.
Pendekatan kedua adalah pendekatan kelembagaan, ini diusahakan dengan adanya tenaga operasional. Pertanyaan-pertanyaan operasional terus coba ku lempar kepada kelompok tani maupun petugas ppl yang mendampingi agar terus melakukan koordinasi agar mesin terus dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik. Dengan berproduksi maka stok pupuk organik yang mempunyai kelemahan lamanya pemrosesan dapat diminimalisir dengan produksi yang banyak.
Pendekakatan ketiga adalah pendekatan ekonomis. Pendekatan ini merupakan pendekatan terakhir ketika dua pendekatan diatas sudah memperlihatkan titik keberhasilan. Bila alat sudah digunakan dengan baik, dikelola dalam kelembagaan yang akuntable maka diperlukan dorongan ekonomis agar seluruh biaya operasional dapat dipenuhi. Pendekatan ekonomis ini diusahakan agar terus berlanjut menjadi usaha mandiri. Disamping meningkatkan kesuburan lahan juga menambah penghasilan petani.
Usaha penyediaan pupuk organik sebagai alternatif sangat penting dilakukan agar masyarakat tani paham dan mulai melakukan perubahan pola usahatani dari konvensional menuju organik modern. Tentu saja adalah kurang bijaksana kalau mengharamkan pupuk kimia karena bagaimanapun pupuk organik masih membutuhkan dukungan pupuk kimia untuk menghasilkan produk yang lebih tinggi. Namun kalau perlakukan organik secara lengkap baik penggunaan kompos, penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan pemanfaatan agensia hayati dalam mencegah hama dan penyakit tentu saja akan dapat menekan kebutuhan pupuk kimia dan pestisida kimia. Semoga hal ini dapat terjadi.
Prediksiku selalu baik… dengan banyaknya APPO maka semakin tinggi produksi pupuk organik… semakin mahalnya pupuk kimia, semakin membuka kemudahan menerima pupuk organik. Semoga Tuhan menganugerahi kekeuatan pada petaniku… mengabdi untuk menghasilkan pangan…. Sebuah pengabdian yang sungguh sempurna….
Komentar
Posting Komentar